Tanya Jawab · Uncategorized

Tanya Jawab Shalat Lintas Mazhab

Pertanyaan 1

Q: Setelah itidal itu baca doa “rabbana lakal hamdu…..” itu sunnah atau wajib?

A: Sunnah.

 

Pertanyaan 2

Q: Doa iftitah itu wajib dibaca juga atau sunnah? Klo tidak dibaca maka sholatnya sah atau tidak?

A: Sunnah dan tidak membatalkan sholat

 

Pertanyaan 3

Q: Kalau sajadah itu wajib apa ga? Kalau lagi dalam keadaan perang misalnya dan harus sholat terus ga ada sajadah jadi gimana?

A: Tidak wajib, ya sholat di lantai, sabda rosul أَلاَْرْض مَسْجِدٌُ

Q: Sabda rosul أَلاَْرْض مَسْجِدٌُ ,  ini artinya apa cak?

A: Bumi ini adalah masjid, dulu Rosul membuat masjid tidak seperti sekarang, hanya gundukan tanah.

 

Pertanyaan 4

Q: Kalau misalnya ga hafal surat Alquran kan harus mengulang-ulang surat tersebut, jadi sebenernya diperbolehkan ya kalau baca surat yang sama dalam rakaat-rakaat sholat?

A: Ya boleh, tapi ada kewajiban bagi kita untuk belajar Alquran.

 

Pertanyaan 5

Q: Saya pernah baca dari google kalau baca doa untuk orangtua ketika sholat di rakaat ke-2 atau ke-4 itu diperbolehkan, apa benar?

A: Ya ada, setelah bacaan tahiyat.

Q: Bacaannya apa cak?

A: AnHssiWYs_nO1kCeHnNUmIaiEfHxuour3r-j91nDx0brAqVJvT0UqquZ1INUYWG17MOpXYWIapyaVyaEKlc_JLUk

Q: Maksudnya setelah tahiyat lalu boleh dilanjutkan doa untuk orangtua? Bukan doanya sebagai pengganti surat pendek?

A: Tidak, kalau bisa membaca Alqur’an ya harus baca ayat Alquran. Do’a tidak bisa menggantikan bacaan ayat Alqur’an dalam shalat.
Apa mungkin yang dimaksud it ketika habis baca surah Al-fatihah biasanya kita baca “rabbighfirly waliwaalidayya walilmukminiina amiiin” itu doa kan, nah itu boleh.

 

Pertanyaan 6

Q: Bagaimana dengan orang yang sholat tapi bacaan suratnya itu terdengar sehingga mengganggu konsentrasi orang yang sedang sholat disebelahnya? (Maksudnya tidak dalam keadaan sholat berjamaah)

A: Makruh.

 

Pertanyaan 7

Q: Gerakan sholat untuk wanita dan pria itu sama atau berbeda? Dari kecil diajarkan klo perempuan itu tangannya di dada dan laki-laki di samping telinga. Yang benar bagaimana?

A: Secara qaidah fiqh syafiiyah, ketika takbir itu jempol tangan sejajar dengan anak telinga bagian bawah baik laki dan perempuan, yang berbeda ketika rukuk dan sujud, laki-laki tangannya direnggangkan dan perempuan tangannya menempel (dilingkupkan) “mingkup;bhs jawa”.

 

Pertanyaan 8

Q: Kalau shalat subuh harus pake qunut?

A: Mnurut syafiiyah iya.

Q: Kalau menurut mahzab lain ga wajib ya qunut di subuh?

A: Maksudnya harus itu tidak wajib, tapi hukumnya sunnah muakad ,jika tidak qunut maka disunnahkan untuk melaksanakan sujud sahwi.

 

Pertanyaan 9

Q: Bagaimana yg harusnya dilakukan ketika shalat terus anak kita duduk di sajadah, saat mau sujud apa boleh memindahkan / menggendong anak ke samping sajadah dahulu?

A: boleh asalkan tidak melebihi tiga gerakan, yang paling enak sujud kita geser sedikit jadi gak melaksanakan banyak gerakan.

 

Pertanyaan 10

Q: Bagaimana caranya supaya shalat khusyuk ya? kalau baca-baca materi ternyata sholat itu ga perlu khusyuk ya? kalau perlu dasarnya apa ya cak..jungkat jungkit aja sholatnya boleh berarti?

A: oce…….asalkan ada tumakninanya. Khusyu’ memang sangat sulit dilakukan, namun jika tidak khusyuk sholat tetap sah. Kalau ikut pendapat yang berat sebagian ulama ada yang mewajibkan khusyuk dalam sholat, dasarnya al-baqarah ayat 45.

Q: Pahalanya sama ga cak?

A: Yg jelas beda, yg jamaah sama yg munfarid  (sholat sendiri.tidak berjamaah). kita umpamakan orang lagi ada acara, sama-sama dapet bingkisan tapi kiyainya yang mimpin acara isi bingkisannya dapet angpau. Itu aja di manusia, nah apalagi dengan Allah pasti lebih banyak lagi.

Q: Definisi shalat khusyuk itu apa sih sebenernya? hehehehe

A: Konsentrasi penuh..gak mikir lain lain..ingat kalau lagi menghadap Allah 😊

 

Pertanyaan 11

Q: Cak ada yang nanya sujud sahwi itu seperti apa teknisnya?

A: Dilaksanakan setelah bacaan tahiyat dan sebelum salam. Do’a yang di baca: سُبْحَانَ مَنْ لا يَنَامُ وَ لا يَسْهُ , dua kali sujud dan disela-sela duduk diantara dua sujud.

 

Pertanyaan 12

Q: Kalau bacaan sujud dan ruku yang harus 3x itu sebenernya dari mahzab mana cak?

A: Tidak ada yang meharuskan, cuman sunnahnya 3 x.

 

Pertanyaan 13

Q: Pernah baca doa waktu ruku dan sujud yang dibaca rasul kok beda sama yang biasa saya baca?

A: Sebetulnya sama, hanya saja yang untuk kita itu yang paling ringan. Dari kitab yang lain malah banyak doa-doa yang dibaca oleh rosul.

 

Pertanyaan 14

Q: Kalau makmum masbuk itu dikatakan dapet rakaatnya penuh itu minimal pas posisi sholat yg mana?

A: Pas kita masih bisa takbir dan masih bisa mengikuti ruku’ bersama-sama imam dengan tuma’ninah. Kalau imam sudah i’tidal berarti sudah tidak penuh.

 

Pertanyaan 15

Q: Cak, yang membedakan sujud sahwi sebelum salam dan sesudah salam itu apa?

A: Dilakukan sebelum salam, setelah bacaan tahiyat. Tidak sesudah salam.

 

Pertanyaan 16

Q: Yang boleh diganti dengan sujud sahwi apa aja cak?

A: tidak melaksanakan sunnah mu’akad, lupa jumlah rokaat, lupa tdk baca fatihah maka wajib menambah satu rokaat dan melaksanakan sujud sahwi.

 

Pertanyaan 17

Q: cak dulu saya punya teman katanya tahiyat awal itu sunah. jadi dia ga pernah tahiyat awal. Apakah benar? Ada di mazhab apakah itu? Tahiyat sama tasyahud sama kan ya?

A: Iya betul itu sunnah muakad. Sunnah muakkad dalam sholat biasanya mengunakan lafadz ( sunnah ab’adz). Tahiyat sama tasahhud itu sama (jas juba topi blangkon sama juga sami mawon).

 

Pertanyaan 18

Q: Pernah denger katanya niat yang “usholi fardho” dst itu ga mesti ya? Pake bahasa sendiri aja juga bisa ya? Apa semua mazhab seperti itu?

A: Melafalkan niat itu cuman sunnah. Niat itu di dalam hati, jadi hatinya harus krentrek saya niat sholat fardlu dhuhur …misalkan.

Q: Jadi menggunakan lafadz itu maksudnya agak terdengar ya bacaannya? Sunnah ab’adz itu apa?

A: Ya mulutnya komat kamit membaca usholly sekira terdengar telinga sendiri. Sunnah ab’adz ya sunnah muakkad yang jika ditinggalkan sunnah melaksanakan sujud sahwi.

 

Pertanyaan 19

Q: Salah satu syarat sahnya sholat kan menghadap kiblat. Nah kalo pas sholat ndak tau arah kiblat dan ternyata salah padahal nyadarnya pas selesai sholat apakah harus mengulang sholatnya?

A: Kalau uda berijtihad ya sah sholatnya.

Q: Berijtihad itu apa?

A: Ijtihad itu berusaha mencari tau arah kiblat baik dari tanda-tanda alam, bertanya pada orang atau yg lainnya sehingga hati menjadi mantap.

Sebetulnya banyak pendapat tentang masalah ini. Menurut imam syafi’i harus mengulangi lagi . Menurut ashab ( santri imam syafi’i) tidak wajib mengulangi termasuk juga imam hanafi dan sebagian ulama hambali. Ada juga yang berpendapat diperinci jika sholatnya orang mukim (tidak bepergian) maka harus mengulangi jika dalam keadaan shafar ( bepergian) maka tidak wajib mengulangi.

 

Disarikan dari Kulwap Grup Islam Scientist

1 Maret 2016

Narasumber : Sirojul Munir

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s