Tanya Jawab · Uncategorized

Tanya Jawab “Tayammum & Mandi” Lintas Mazhab

Pertanyaan 1

Q: Niat ketika mandi wajib itu dilakukan sebelum masuk kamar mandi atau di salam kamar mandi ketika air mau dibasuhkan?

A: Ketika pertama kali membasuh anggota badan.

 

Pertanyaan 2

Q: Imam rofi’i sama imam nawawi itu mazhab yang selain 4 yang kita bahas ya cak?

A: Keduanya bermazhab Syafi’i.

 

Pertanyaan 3

Q: Kalau mandi wajib dengan air hangat itu boleh ga ya cak?

A: Boleh.

 

Pertanyaan 4

Q: Kalau masuk ke dalam masjid ketika haid apakah dilarang oleh ke 4 mazhab?

A: Iya, tapi ada sebagian ulama’ hambali yang membolehkan.

 

Pertanyaan 5

Q: Kalo rukun tayamum tartib itu contohnya gimana cak?

A: Pertama niat kemudian mengusap wajah lalu kedua tangan, tidak boleh dibolak balik. Tartib=tertib berurutan.

 

Pertanyaan 6

Q: Jadi tayamum itu cuma sampe tangan aja ya? Maksudnya kayak anggota badan lain kayak wudlu gitu gak usah?

A: Iya betul cuman niat mengusap wajah dan kedua tangan.

 

Pertanyaan 7

Q: Misalkan kita sedang haid, kemudian tidur siang, ternyata ketika bangun jam ashar haidnya sudah berhenti. Saya pernah dengar katanya harus meng qodho sholat dzuhurnya juga ya? Karena bisa jadi haidnya terhenti ketika kita tertidur di jam dzuhur?

A: Iya betul sebab jika haid berhenti pada waktu sholat yang bisa dijama’ seperti ashar dan isya’ maka sholat yang awal juga di qodlo’.

Q: Kalau berhentinya di dzuhur, berarti ga perlu qodho subuhnya kan?

A: Iya sebab dalam sholat jama’, sholat subuh tidak termasuk.

 

Pertanyaan 8

Q: Kalau mandi biasa yang membedakan dengan mandi wajib itu berarti hanya niat dan wajib membasahi rambut saja ya?

A: Ya cuman niat kalo mandi besar kan memang harus seluruh tubuh mulai pucuk rambut sampai pucuk kuku.

 

Pertanyaan 9

Q: Kalau sudah mandi wajib apa harus berwudhu lagi kalau mau langsung sholat?

A: Jika setelah mandi tidak menyentuh bagian badan yang membatalkan wudlu’ seperti farji (kemaluan)

 

Pertanyaan 10

Q: Maaf jangan ketawa, tapi mandi wajib dan mandi junub itu sama kan artinya? 🙈🙈😳

A: Mandi junub itu mandi wajib, nah mandi wajib itu umumnya. Mandi junub kalo habis junub, Mandi haidl kalo habis haidl, Mandi wiladah klo habis lahiran, semuanya contoh mandi wajib.

Q: Kalau habis berhubungan suami istri namanya mandi apa?

A: Mandi junub/ jinabat.

Q: Kalau lagi dalam keadaan gak bisa mandi wajib terus gimana cak? Misalnya air habis atau mati lampu?

A: Diniati “lirof’il hadatsil akbari” gapapa (jadi mandi wajib secara umum saja), atau niat khusus misal “untuk mandi jinabat” juga gapapa. Jika orang sedang junub, habis haid/nifas kemudian niat mandinya menghilangkan hadas besar ,semuanya bisa suci. Jika niat menghilangkan hadas junub itu juga boleh.

Jika tidak ada air lalu mencari air sampai sebatas mata memandang (tempat datar dan mata normal) maka boleh melaksanakan tayamum. Kalau sudah menemukan air maka tayammumnya harus diulangi lagi dengan mandi besar.

 

Pertanyaan 11

Q: Niatnya pake bahasa indoensia boleh kan mbak risya?

A: Boleh, niatkan dalam hati.

 

Pertanyaan 12

Q: Cak mandinya harus jongkok ya…untuk memastikan airnya rata ?

A: Iya dan harus sedikit mengejan karena dubur bagian dalam juga harus terkena air.

Q: Telinga harus dimasukin air ya cak? Hidungnya juga ya?

A: Tidak, cuma daun telinga dalam dan luar hidung bagian luar.

 

Pertanyaan 11

Q: Kalau pake sabun itu wajib apa gak sih cak?

A: Enggak cuman airnya harus merata.

 

Pertanyaan 12

Q: Cak bener ga sih kalau anak bayi yang baru lahir itu harus disucikan pake air mengalir ga boleh pake air hangat karena tidak suci mensucikan? Katanya kalau ga gitu nanti orang tuanya yang kudu memperbaharui wudhunya setiap megang anaknya karena sebelum mandi wajib itu anaknya masih ada najisnya dari darah sehabis persalinan?

A: Gapapa pake air hangat. Kayaknya perlu diluruskan deh.Yang harus mandi wajib itu ibunya yang melahirkan (mandi wiladah). Terus, anaknya yang kena darah ketika melahirkan itu disucikan, biar bersih suci.
Juga, najis (darah) tidak membatalkan wudlu….coba deh diliat lagi di materi wudlu lintas mazhab hal yang membatalkan wudlu.

Lagi,
Kalo habis melahirkan terus nifas berarti kita ga boleh mandi wiladah. Mandinya nunggu nifas selesai. Semua wanita mengalami nifas kecuali Fatimah Az-Zahra, putri nabi Muhammad SAW.

 

Pertanyaan 13

Q: Cak kalau lagi dalam keadaan darurat misalnya di pesawat kan ribet ya kalau mau wudhu, boleh tayamum kan ya?

A: Iya boleh.

 

Disarikan dari Kulwap Grup Islam Scientist

18 Februari 2016

Narasumber : Sirojul Munir

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s