Tanya Jawab · Uncategorized

Tanya Jawab Wudhu Lintas Mazhab

Pertanyaan 1

Q: Apakah menyentuh kemaluan anak yang belum baligh termasuk hal yang dapat membatalkan wudhu?

A: Ya, membatalkan⁠.

 

Pertanyaan 2

Q: Bagaimana seharusnya yang dilakukan muslimah jika shalat di tempat umum yang tempat wudhunya campur antara pria dan wanita? Apakah harus bertayammum saja?

A: mencari tempat lain atau nunggu sampai selesainya orang laki laki, tidak bertayamum karena bukan termasuk udzur syar’i.

 

Pertanyaan 3

Q: Apakah kita boleh berwudhu dengan menggunakan air hujan?

A: Sangat boleh sekali karena termasuk thohir muthohir.

Q: Apa itu thohir muthohir?

A: Suci dan mensucikan

 

Pertanyaan 4

Q: Cak kalau baca di materinya itu tidak ada dasar membasuh muka,dkk itu sampai 3 kali, nah selama ini kan dilakuin 3 kali, itu dasarnya darimana ya cak?

A: Membasuh tiga kali itu hukumnya cuman sunnah. Satu kali basuhan jika sudah bisa merata maka itu sudah dianggap cukup dasarnya hadis nabi: “tawadlo’ marrotan marrotan”

Q: Kenapa selama ini di sekolah-sekolah diajarinnya 3x ya cak?

A: Hehehe. Jd udah kebiasaan untuk mencari kesunahan,ibarat orang dagang jika melaksanakan wajibnya saja maka orang ini hanya mengambil dari harga pembelian saja jika dia melaksanakan sunnah maka orang ini mencari keuntungan yang berlebih.

 

Pertanyaan 5

Q: Kalo suami istri bersentuhan gak membatalkan wudlu kan cak?

A: Membatalkan wudlu karena suami istri bukan mahroh

Q: Bedanya mahroh, muhrim sama mahram apa cak?

A: Pengertiannya sama, hanya beda bentuk kalimatnya saja

Q: Yang bilang membatalkan wudhu jika suami istri bersentuhan itu semua mazhabkah cak?  Kalau saya baca di materi mazhab hambali membolehkan ya? pake hadist yg Rosululoh mencium Aisyah lalu Beliau melaksanakan shalat tanpa wudllu lagi. (HR. Abu Daud)

A: Ya betul, akan tetapi dikalangan ulama’ madzhab hambali sendiri masih ada perselisihan pendapat tentang masalah ini.

Q: Kenapa suami istri bukan mahrom? Pernikahan bukannya bikin mereka jd mahrom ya?

A: Jangan salah peresepsi, yang boleh dijadikan suami atau istri itu harus bukan mahrom dan pernikahan itu bukan menjadikan suami atau istri menjadi mahroh, yang jadi mahrom itu nanti anak keturunan dan mertua keatas

Q: Berarti hadis yg aisyah tadi kalau dijadikan dasar ga kuat ya cak? Hadis iku sohihkah?

A: Shohih akan tetapi lebih kuat dalil dari Alqur’annya sebab hadist tersebut masih ada kemungkinan kemungkinan ( disertai sahwat atau tidak).

Q: Kalau bersentuhan dengan mertua berarti ga batalin wudhu ya cak krn ud jd mahrom?

A: Ya betul, mertua ketas (kakek, buyut, mbah buyut keatas).

 

Pertanyaan 6

Q: Kalau wudhu itu harus air mengalir yah? Kalau ga ada? Adanya yg ditampung gmn? Contohnya kalau pas air mati dan yang ditampung ga sampai 2 kolah?

A: Caranya dengan memakai gayung kemudian air disiramkan (dialirkan) ke anggota wudlu’.

 

Pertanyaan 7

Q: Kalau setelah wudhu itu boleh makan dan minum kan ya cak? Kecuali makan daging unta sama apa gitu saya pernah dikasih tau. Bener cak?

A: Betul ,makan minum tidak membatalkan wudlu,  sedang yang berpendapat makan daging unta batal hanya imam hambali saja.

 

Pertanyaan 8

Q: Cak wudlu sambil ngobrol boleh ga??

A: Boleh tapi makruh.

 

Pertanyaan 9

Q: Bedanya mahroh, muhrim sama mahram apa cak?

A: Pengertiannya sama hanya beda bentuk kalimatnya saja.

 

Pertanyaan 10

Q: Kenapa kok mazhab hambali bisa diperselisihkan cak? Siapa yg memperselisihkan? Berarti kalau pake mazhab hambali kurang meyakinkan keshohihannya ya cak?

A: Yang berselisih pendapat itu para ulama madzhab hambali sendiri, bukan berarti kurang meyakinkan, boleh-boleh aja kita mengikutinya asal satu paket.

 

Pertanyaan 11

Q: Pernah dengar ustad bilang klo buang angin ga bunyi, yang cuma kebuang dikit gitu padahal udah ditahan-tahan, katanya sholatnya tetap sah. Kalau dalam hal wudlu gimana cak?

A: Jika tidak ada suara dan bau maka tidak batal.

Q: Berarti gara-gara ragu jadi tidak membatalkan?
A: Ya, yakin itu bisa menghilangkan keraguan (yakin kentut jika ada suara dan bau).

 

Disarikan dari Kulwap Grup Islam Scientist

8 Februari 2016

Narasumber : Sirojul Munir

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s