Tanya Jawab · Uncategorized

Tanya Jawab Aurat Dalam Pandangan 4 Mazhab

Pertanyaan 1

Q: cak, berarti suami istri itu seharusnya tidak boleh saling melihat kemaluannya ya? ga boleh telanjang bulat walaupun sedang berhubungan suami istri?

A: kita sendiri makruh melihat kemaluan kita, apalagi orang lain walaupun itu pasangan kita. Ketika berhubungan disunnahkan memakai penutup atau selimut seperti yang diajarkan rasullulah SAW.

 

Pertanyaan 2

Q: Menurut mahzab syafi’i anak perempuan 10 tahun auratnya sama dengan wanita dewasa. Tapi kalau belum haid apakah tetap harus menutup aurat seperti wanita dewasa?

A: jika haid dalam usia 9 tahun maka sudah wajib menutup aurat karena sudah baligh, jika usia 9 tahun belum haid maka kewajiban menurut aurat adalah pada usia 10 tahun.

 

Pertanyaan 3

Q: Syarat menutupi aurat itu gimana?asal nutup atau gimana?

A: iya bagi laki-laki asal tertutup, sedang untuk perempuan sekira tidak terlihat bentuk tubuh yang akan membuat fitnah.

 

Pertanyaan 4

Q: Sebenarnya warna baju terutama gamis yang diperbolehkan itu cuma warna gelap ya cak? Kalau di indonesia kan warna warni ya hehe

A: Tidak ada ketentuan. Hanya saja Rasulullah bersabda sebaik-baik pakaian adalah warna putih

 

Pertanyaan 5

Q: di indonesia kan ada macam2 model jilbab yang dipakai, berarti perbedaan itu bagi yang paham harusnya mengacu ke mazhab tertentu ya?

saya lihat banyak juga istri2 kyai/ustad jilbabnya pendek, itu mereka pake mazhab apa ya cak? kalau ygan panjang2 sampai menggunakan cadar/niqob itu apakah memang ada hadistnya?

A: semua madzhab sudah mengatakan bahwa yang termasuk aurat adalah seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan. Apapun bentuk jilbab di Indonesia kalau sudah memenuhi kriteria itu ya sudah.

Maksud jilbab pendek yang di pakai bunyai itu yg sampe gimana?

Sedang orang yang mamakai kerudung panjang atau bahkan cadar itu mengikut faham syafiiyah (santri santri syafii) dan hanabilah ( santri hanifah) bahkan imam ahmad (hanabilah) mengatakan seluruh anggota tubuh wanita adalah aurot hingga sampai ke pucuk kuku.

Dalil yg dipakai adalah surat annur ayat 31 yg menafsiri lafadz maa dhoharo minha (dengan tafsiran wajah dan telapak tangan adalah termsuk perhiasan yang dilarang untuk ditampakkan)

Sedang hadist ya adalah ketika ada perempuan yang meminta fatwa pada nabi kemudian disitu ada shohabat fadl, kemudian perempuan ini berpandang dengan fadl, lalu nabi memalingkan wajah fadl. (Fadl adalah nama sahabat).

 

Pertanyaan 6

Q: Kalo celana untuk laki-laki memang harus yang di atas mata kaki ya cak?

A: Enggak. Itu masalah khilafiyah

 

Pertanyaan 7

Q: Bukankah model jilbab itu budaya?

A: betuuul itu budaya. Makanya islam nusantara yang penting nutup aurot hehe

 

Pertanyaan 8

Q: Gamis itu masih kelihatan bentuk tubuh, soalnya sifat kain yang lemes akan membentuk tubuh.. nah gmn itu?

A: lebih baek jangan pakai kain itu

 

Pertanyaan 9

Q: tapi ga ada salahnya kan misalnya ada yang memutuskan untuk menutup maksimal. karena sejujurnya saja kurang suka konsep islam nusantara. saya sih merujuknya konsep islam rahmatan lil ‘alamin #cailah

A: ya dak ada yang salah…….malah lebih baik
maksud islam nusantara itu kita menyebarkan ajaran islam tapi tidak serta merta menghilangkan budaya asal tidak bertentangan dengan syariat
Rosul pun pernah melaksanakannya ketika ka’bah diperbaiki kaum quraisy yang tidak sesuai dengan bangunan asal nabi ibrahim , demi kadamaian islam rohmatal lilla’lamin beliau tidak merubah bangunan tersebut sampai sekarang.

 

Pertanyaan 10

Q: Terus kalo sholat kan boleh ya cak pake gamis, ada ketentuannya ndak jilbab nya hrs lebar panjang gitu? Atau boleh aja asal menutup dada?

A: Boleh asal menutup aurat.

 

Pertanyaan 11

Q: Jadi kalau trend skrg jilbab/gamis syar’i itu sekedar budayakah?

A: betuuul sekali

 

Pertanyaan 12

Q: Sebenernya alasan utama aurot itu harus ketutup kenapa?

A: karena sudah nas dari alloh . Surat almu’minun ayat 5. Berikut Asbabun Nuzul perintah menutup aurat:

Ibnu mardawih meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata : seorang laki-laki dimasa Rasulullah berjalan di sebuah jalan di Madinah lalu melihat perempuan dan perempuan itu melihat kepadanya, kemudian keduanya dirayu syetan sehingga saling kagum, kemudian ketika laki-laki itu berjalan di sebelah dinding, ia terpancing pandangan pada perempuan itu sehingga menabrak dinding hingga patah hidungnya kemudian dia mendatangi nabi dan menceritakan ikhwal itu, lalu Nabi bersabda “itulah hukuman dosamu” kemudian Allah menurunkan firmannya AnNur ayat 30
ل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS An nur : 30)

 

Pertanyaan 13

Q: Kalo suara wanita masuk aurot ga cak?

A: Tidak.

Q: Apakah suara bukan aurat itu semua mazhab sepakat sama?

A: Betul. Yang menjadikan haram itu ketika menimbulkan syahwat (jadi bkn aurot lo yaaaa)

 

Pertanyaan 14

Q: Kalau sholat pakai gamis tapi tangannya kelihatan gimana?

A: telapak tangan bukan aurat dalam sholat ya mbak dhini

Q: Bukan telapak, tapi pergelangan juga.

A: kalau perempuan sholatnya tidak sah

Q: Kalo mukena kayaknya save (aman) yang terusan ya, tp agak ribet…

A: Ribet karena belum terbiasa mungkin

 

Pertanyaan 15

Q: Berarti anak perempuan masih boleh dimandikan ayahnya sampai usia maksimal 4 tahun ya? Soalnya saya pernah baca baiknya usia 2 tahun aurat anak perempuannya sudah ga boleh dilihat ayahnya lagi?

A: Ya.

 

Pertanyaan 16

Q: Saya pernah dengar katanya kalau mandi itu sunnahnya tidak boleh telanjang bulat ya? mazhab apa yang mendukung pernyataan itu cak?

A: Mazhab Maliki

Q: Kalau mazhab yang lain gpp telanjang berarti kalau lagi mandi?

A: Ya.

 

Pertanyaan 17

Q: Jika seorang pria dan wanita yang bukan mahrom sedang berkomunikasi secara langsung, apakah disebut haram jika berkomunikasi sambil menatap wajah orang yang diajak berkomunikasi tersebut?

A: Menurut hadis Rasul memang seperti itu, akan tetapi hadis tersebut sebab sahabat fadl wajahnya sangat tampan sehingga wanita yang menghadap pada rasul seakan-akan timbul rasa senang/syahwat

Muqotil bin Hayyan sebutkan, Beliau berkata : Telah sampai kepada kami -wallohu a’lam- sesungguhnya Jabir bin Abdillah Al Anshori menceritakan bahwa sesungguhnya Asma’ binti Mursidah dulu berada disuatu tempat pada bani haritsah kemudian para perempuan masuk kepadanya tanpa memakai penutup/sarung maka terlihatlah apa yg dikaki-kaki mereka dari perhiasan kaki, terlihat dada dan kuncir-kuncir rambut mereka ,
kemudian Asma’ berkata : ” betapa buruknya hal ini”.
Kemudian Allah menurunkan An-Nur ayat 31
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki mereka, atau putera saudara-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan –pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur : 31)

 

Pertanyaan 18

Q: yang benar itu memakai jilbab/khimar atau kerudung sih?artinya apakah berbeda?

A: semuanya betul dan boleh. Prinsipnya yang terlihat cuma bagian wajah.

 

Pertanyaan 19

Q: Kalau menggunakan kaos kaki itu mazhab apa yang mewajibkan ya cak?

A: Mengikut pendapat imam ahmad (Imam hanabilah)

 

Pertanyaan 20

Q: kalau baju sobek itu, walaupun pakai kaos dalam apakah tetap aurat? apa aurat itu yang penting kulitnya ga terlihat jelas?

A: Ya, yg penting kulit tidak tampak dari luar

 

Pertanyaan 21

Q: Apa hukum perempuan menggunakan celana baik yg bahannya kain biasa/jeans?

A: Tidak boleh, karena tasyabbuh (menyerupai) dengan orang laki-laki dan itu merupakan perhiasan bagi perempuan yang akan menimbulkan fitnah bagi yang melihat

 

Tambahan:

  • Ilustrasi penggunaan mukena sholat yang benar:

http://mutakhorij-assunniyyah.blogspot.co.id/2012/06/memakai-mukena-yang-benar.html?m=0

  • Perbedaan aurat sholat dan sehari-hari:

Kalau pakai jilbab yang buat sholat ya harus tertutup dagunya karena dagu termasuk aurat sholat, karena berpengaruh  ke sah ato tidak nya sholat. Kalau untuk sehari-hari tidak diharuskan, tetapi harus menutup aurat dan perhiasan itu yang tidak menimbulkan fitnah ato syahwat.

Batasan wajah ada dua bagian:
a) Bagian wajah dari atas ke bawah/memanjang yaitu mulai dari bagian kepala yang umumnya ditumbuhi rambut sampai ujung dagu dan tulang rahang bagian bawah
b) Bagian wajah antara dua sisi kanan dan kiri/melebar yaitu tempat antara dua telinga

AlZk6rvX9fW1OVD_dA3XOEvoic-cBmn57uzWypusW57i

 

Gambar penjelasan batasan wajah

AhtViTKOA5eon8aL9Uk1csJIEzCMapd044Ctjscm1Tcy

Gambar batasan bagian dagu yang harus tertutup dan pergelangan tangan yang benar agar terpenuhi syarat syah sholatnya.

 

Disarikan dari Kulwap Grup Islam Scientist

2 Februari 2016

Narasumber : Sirojul Munir

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s