Tanya Jawab · Uncategorized

Tanya Jawab Najis Lintas Mazhab

 

Pertanyaan 1

Q: kotoran bayi itu dianggap belum najis sampai dia usia brp bulan?

A: Kotoran bayi dari lahir sudah najis. Kecuali air kencing bayi laki-laki dianggap najis mukhoffafah sampai usia 2th asal masih minum ASI saja

Q: Apa itu najis mukhoffafah?

A: Melihat kekuatan dan sumbernya, najis dibagi 3:
a) najis mugholladzoh adalah najis dari anjing, babi dan segala keturunannya.
Cara mensucikan :
>sebelum dibasuh, dzat najis tersebut harus dihilangkan terlebih dahulu
>basuhlah daerah yang terkena najis dengan air sbnyak 7x yang salah satunya dicampur debu

b) najis mukhoffafah adalah najis yang berupa air seni anak laki2 sebelum genap 2th dan belum pernah mengkonsumsi selain susu (hewan ato manusia) murni sebagai makanan pokok.
Cara mensucikannya:
>hilangkan terlebih dahulu dzat dan sifat air seni tersebut dengan cara dilap dengan semisal kain
>selanjutnya percikkan air ke seluruh tempat terkena najis hingga betul-betul merata walau tidak mengalir sampai bau dan bekas benar-benar hilang

 

Pertanyaan 2

Q: Pelihara anjing itu bener gak malaikat ga masuk kerumah kita? Walaupun misalnya anjing itu difungsikan sebagai penjaga rumah misalnya, kan kita ga akan deket2 dia jd ga terkena najis liurnya krn biasanya yg dipake jg bkn anjing yg jinak.

A: menurut hadis ada cerita malaikat jibril tidak berkenan masuk rumah nabi di madinah dan ketika nabi bertanya mengapa tidak berkenan masuk, jibril menjawab bahwa dia tidak berkenan masuk ke dalam sebuah rumah yang ada anjing dan gambar-gambarnya

Dalam hadis lain dijelaskan “anjing tidak diperkenankan dipelihara kecuali untuk berburu dan menjaga tanaman”

Untuk menjaga rumah masih khilafiyah (perbedaan pendapat ulama madzhab)

Q: tapi saya baca di materi kalau imam maliki dan hanafi anjing itu suci ya kecuali air liurnya saja.. tapinya kalau mengingat pembahasan ttg mazhab yg lalu kalau kita harus mengambil 1 paket aturan dari ketentuan yg serupa dalam sebuah mazhab berarti ga bisa ya untuk dijadikan pembenaran untuk ttp memelihara anjing.. jd bingung hahaha maksudnya bingung mix and match mazhabnya yg sesuai aturan.. krn hadisnya ga boleh, tp salah satu imam mazhab ada yg memperbolehkan.. mohon arahannya cak biar ga semrawut pikiran ini 😄

A: Mnurut syafi’i melihat leterlek hadis tidak diperbolehkan kecuali berburu dan menjaga tanaman. Sedangkan menurut syafiiyah (belum ke madzhab lain) boleh untuk menjaga rumah karena diqiyaskan tentag diperbolehkannya menjaga tanaman dengan anjing.
Intinya jika ingin memelihara ikut qaul yg membolehkan.

Itu namanya khilafiyah.

Q: Leterlek itu apa? Syafiiyah itu apa?

A: Leterlek itu apa adanya yg tertulis di lafadz hadis tersebut. Kalo syafi’i ya imam syafi’i itu kalo syafi’iyah itu murid atau pengikut imam syafi’i.

 

Pertanyaan 3

Q: Trus klo ngebasuh najis kan katanya pake air mengalir atau air perasan trus pake sabun. Tp gmn caranya sampe 7x? Sabunin sampe 7x gitu? Apa yg penting sampe kira2 ilang aja najisnya?

A: Yang dibasuh 7x hanya najis mugholladzoh yaitu najisnya babi dan anjing. Dibasuh 7x dengan air dan salah satunya dengan debu/tanah, sabun tidak bisa menggantikan tanah.

Sedangkan najis muthawassitah dan mukhoffafah disucikan sampai najis ainiyahnya hilang

 

Pertanyaan 4

Q: kalau dalam mazhab syafii sucinya pakaian dalam sholat itu seperti apa? bagaimana kalau sholatnya memakai pakaian yg sudah dipakai sepanjang hari yg terkadang ga sadar tempat duduk umumnya ga tau bekas apa atau kena keringat/ingus atau liur? khususnya utk wanita karna kan rasanya ribet banget kalau tiap sholat harus ganti baju/mandi dulu 😁

A: ya yang tidak ada najisnya. Sekiranya tidak terlihat ada najis dan diyakini tidak ada najis ya berarti dianggap suci. Air liur kecuali ketika tidur tidak najis, keringat dan ingus juga bukan najis.

Tapi untuk ikhtiyat (berhati-hati) bagi wanita lebih baik mengguyur tubuhnya (tidak harus mandi) dan berganti pakaian suci khusus sholat

Q: Kalo pakaiannya terkena najis berarti sholatnya tidak sah

A: Tetap sah kalo yakin pakaian suci. Fungsinya ikhtiyat untuk berhati2 jika pakaian kita terkena najis yang kita tidak tahu maka sholat tdk sah. Kalau gak tau sama sekali sampai sekarang ya sah. Tapi misalnya selesai sholat tau ada najis, ya berarti tidak sah dan harus diulang

 

Pertanyaan 5

Q: Gmn hukumnya baju perempuan yg menjulur sampe ke tanah kalo semisal kena najis gmn cara membersihkannya?

A: dilihat dulu terkena najis apa.mensucikan najis berbeda2 dilihat dulu termasuk najis apa

 

Pertanyaan 6

Q: Apa sih bedanya hadats dan najis?

A: hadast adalah keadaan yang ada pada diri seseorang yang menghukumi seseorang untuk wudlu atau mandi besar

Sedangkan najis adalah dzat yang menjijikkan yang bisa mencegah sahnya sholat

 

Pertanyaan 7

Q: Kalo kena najis setelah wudhu apakah wudhunya harus diulang?

A: Tidak. Najis tidak membatalkan wudlu, tapi harus disucikan atau dihilangkan

 

Pertanyaan 8

Q: Jerawat itu tergolong najis g? Misal jerawatnya di kening, trus pas sujud pecah nah gmn dengan solatny?

A: Kalau pecah dengan sendirinya karena saking “munyur” nya ya di ma’fu (dimaafkan). Kalo terkena tempat sujud, bisa bergeser sedikit.

Q: Apa sama seperti geplek nyamuk? di ma’fu?

A: Tidak, darah nyamuk yg digeplek (dipukul) itu tetap najis
Tp ada qaul sebagian ulama syafiiyah yg menguatkan klo darah nyamuk di ma’fu

Q: Bergeser? Trus sampai sejauh mana lantai yg terkena najis masih dianggap suci. Apakah yg dikatakan najis itu daerah yg terkena najisnya saja?

A: Iya benar👍

 

Pertanyaan 9

Q: Kalo khilafiyah apa cak

A: Perbedaan pendapat ulama madzhab

 

Pertanyaan 10

Q : Misal nilna pipis di lantai depan tv nah yg najis didepan tv aja? yg disucikan depan tv aja?

A: Ya. Asal tau cara menyucikannya biar tidak merembet kemana mana

Q: Carane yo opo?? (caranya bagaimana?)

A: Caranya kita hilangkan dulu dzatiah air kencingnya ( najis a’iniah nya) jika sudah yakin hilang kita tinggal menghilangkan najis hukmiyah nya dengan cara disiram. Jika najis kencing tersebut langsung kita siram sebelum najis a’iniah nya hilang maka yang kena air siraman semua berhukum najis.

Q: Oh jd kita lap dulu misalnya pake kain yg meresap semua air kencingnya trus baru di pel gtu ya cak?

A: Iya betul mba.

Q: Dikeringkan itu maksudnya bisa dilap terlebih dahulu ya misalnya dengan tissue kering, cak?

A: Iya mbak, benar.

Q: baru bahas soal najis aja rasanya kok banyak salahnya ya, gimana bahas semua fiqih 🙈🙈 sarannya dong cak biar ga keblenger belajarnya

A: Pelan pelan aja mbak. kayak mau belajar sepeda onthel, awalnya mengayuh pasti berat dan tidak seimbang lama2 kan bisa tambah kenceng terus balapan sama temannya 😊

 

Disarikan dari Kulwap Grup Islam Scientist

28 Januari 2016

Narasumber : Sirojul Munir

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s