Tanya Jawab · Uncategorized

Tanya Jawab Thaharah Lintas Mazhab

Pertanyaan 1

Q : Bagaimana hukumnya apabila kita kecipratan genangan air hujan? Àpakah itu termasuk najis?

A: Di ma’fu artinya air tersebut tidak dihukumi najis kecuali terlihat dengan jelas tercampur dengan najis mugholladzoh

 

Pertanyaan 2

Q: Apa hukumnya air yang berubah sifatnya dikarenakan oleh kondisi tempatnya?

A:

  • Jika perubahannya karena sesuatu yang suci dan lebih dari dua qolah tetap suci mensucikan.
  • Jika kurang dari 2 qolah tetap suci tapi tidak mensucikan
  • Jika perubahannya karena barang najis maka dihukumi najis

 

Pertanyaan 3

Q : Apakah tetap dapat suci dan menyucikan apabila air yang sudah berubah warna dan rasanya namun setelah diberi kaporit atau obat2an lain sejenisnya, sifatnya menjadi asli.. spt air PAM misalnya..?

A: Tetap suci dan mensucikan karena kembali ke bentuk semula

 

Pertanyaan 4

Q: Kalau mencuci baju dengan mesin cuci itu bagaimana? apa termasuk suci mensucikan? kalau engga baiknya mencuci baju nya seperti apa?

A: Tetap suci mensucikan selama najis ainiyahnya hilang kemudian kalau disiram air lagi (dibilas) sebagai penghilang najis hukmiyahnya

 

Pertanyaan 5

Q: Kalau untuk mengepel lantai agar suci untuk tempat ibadah bagaimana caranya yang benar?

A: Dihilangkan najis ainiyah nya dulu sehingga hilang rasa, bau dan warna lalu dibiarkan kering kemudian disiram untuk menghilangkan najis hukmiyah

 

Pertanyaan 6

Q: Mau nanya, tadon air kan ada yg terbuat dr stainless steel, kl siang kan kena matahari trus airnya jadi hangat..apakah airnya masih suci mensucikan?

A: Tetap suci mensucikn akn ttapi makruh bila dpkai dl keadaan pnas karna akan menimbulkan penyakit. Jika pns hilang mk tdk makruh lgi.

Q: Itu merujuk ke mazhab apa ya hukumnya makruh? Soalnya kan airnya berubah sifatnya bukannya malah jd tidak mensucikan?

A: Madzhab syafi’i. Yang dimaksud dengan sifatnya berubah itu adalah apa jenis najisnya dan perubahannya karena najis atau tidak

 

Pertanyaan 7

Q: Mau nanya, untuk bersuci di bandara atau terminal yg pakai wc kering itu seperti apa?

A: Bisa mensucikan asal kita yakin atsyar najis yan keluar sudah hilang

Q: Kalo cipratannya cak? Biasanya semprotannya susah dikendalikan 😀

A: Maksud cipratan itu yg sudah terkena kotoran terus nyiprat atau cipratan dari air semprotannya td?

Q: Cipratan dari yang sudah terkena kotoran hasil membasuh dubur/qbul.

Q: Jadi maksudnya kalau menggunakan wc umum kloset duduk, alat untuk membersihkan nya berupa semprotan yang dikhawatirkan kalau digunakan percikannya itu bisa mengotori dan kita jadi terkena najis lagi. Bagaimana solusinya?

A: Jika cipratan dari bagian yang sudah terkena kotoran hasil membasuh dubur/qbul itu “nyiprat” memercik (apa sih bhs indo nya mbk sitaaaa 😂) ke tubuh kita ya tubuh kita jadi najis lagi. (klik di sini untuk lihat jawaban via audio)

Q: Jd baiknya kita semprot -semprot dulu ya sampe kira2 najisnya hilang, baru abis itu wudhu?

A: Iya.kita siram dulu biar najisnya hilang. Akan tetapi perlu diperhatikan sisa najis yang menempel di tubuh harus benar-benar bersih.

 

Pertanyaan 6

Q: Yang dikategorikan air suci itu apa saja?

A: Semua yg keluar dari bumi dan turun dari langit. Yaitu air hujan, air salju, air embun, air sumber, air sumur, air laut, air sungai.

 

Pertanyaan 7

Q: Jika bersuci dengan selain air, misalnya debu maka debu suci seperti apakah yg dimaksud?

A: Debu yg tidak terkena najis, tidak tercampur pasir, tepung, kapur dan bukan debu musta’mal (sudah digunakan).

 

Pertanyaan 8

Q: Kalau misalnya terkena bencana banjir, lalu sulit menemukan air bersih, baiknya bertayamum saja atau menggunakan air banjir tsb

A: Jika tidak membahayakan pengguna dan jelas tidak ada najisnya maka sebaiknya mengunakan air tersebut.

 

Pertanyaan 9

Q: Apa itu najis ainiyah dan najis hukmiyah?

A: Najis ainiyah adalah najis yang masih terdapat warna, bau dan rasa. Misalnya air kencing yang masih basah di lantai

Najis hukmiyah adalah najis yang sudah hilang bau rasa warna tapi belum disucikan. Misal air kencing yang telah kering di lantai

 

Pertanyaan 10

Q: Di tempat saya airnya itu suka mati atau aliran airnya kecil sekali, maka terkadang untuk wudhu/mandi besar saya suka bingung. Karena air di bak mandi belum 2 kolah. Apa sebaiknya yg harus saya lakukan, apakah itu termasuk keadaan darurat? Bisakah saya mensucikan diri dengan memakai air yg di bak mandi itu saja?

A: Bisa menggunakan air tersebut dengan cara seperti ini:

Cara mengambil air: alat yg digunakan harus dipastikan suci, sehingga air dalam bak tidak mutanajis kemudian baru dipakai mandi.

Intinya jangan sampai air tersebut terkena najis dan bisa digunakan mandi merata ke seluruh tubuh yang menjadi syarat sah mandi. Cara mandinya disiramkan ke tubuh, bukan tubuhnya yang direndam kayak di bathup.

 

Pertanyaan 11

Q: air yang di basahkan dalam tisu apakah bisa digunakan.untuk mensucikan….?

A: Bisa, jika airnya sekiranya masih menetes. Kayak air dalam mangkuk terus tisue nya dicelupin terus buat sesuci.

Q: Terima kasih cak…soalnya banyak urinoar/tempat kencing yg hemat air…air untuk bersuci bahkan tidak ada….kalau tisu kering diusapkan pada dubur/qbul…apakah bisa mensucikan…?

A: Itu td maksudnya tisue basah? kalau tisue basah yang ada di toko-toko menurut saya itu belum memenuhi syarat untuk berSesuci sebab airnya belum dikatakan mengalir

Q: Itu tadi tisu kering yang biasanya ada disebelah wastafel/tempat cuci tangan….biasanya dibasahin tisunya sampai dari air yg mengalir pada kran, kemudian tisunya basah, lalu digunakan untuk.bersuci…

A: Tisue kering bisa dIgunakan dengan syarat kotoran yg keluar dari dubur tidak berpindah tempat / tidak menjalar kemana-mana ato keluar sesuai jalur. Tisue kering bisa digunakan dengan syarat kotoran yg keluar dr dubur tdk berpindah tempat / tdk meanjlar kmn2 ato keluar sesuai jalur. Jika menyalahi maka harus dengan air. Tiga kali usapan tisu kering.

Q: Kasyafahnya artinya apa cak? Jadi tisu bisa sebagai gantinya batu ya cak?

A: Iya.benar. Kasyafah itu helm dari kemaluan pria.

 

Disarikan dari Kulwap Grup Islam Scientist

19 Januari 2016

Narasumber : Sirojul Munir

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s